March 25, 2017 sulaiman 0Comment

Ular adalah hewan melata yang hingga saat ini banyak ditakuti orang. Meski ada sebagian orang menjadikan ular sebagai hewan peliharaannya. Pada umumnya ular ditakuti karena bisanya, yang disuntikkan melalui taring tajam saat menggigit. Jika ular sudah menggigit mangsanya, racun tersebut akan menyerang pernafasan dan sistem saraf sehingga menyebabkan korbannya lumpuh bahkan mati.

Berikut ada empat ular paling berbisa yang ada di Indonesia :

1) Welang
Ular bercorak hitam kuning ini bernama latin Bungarus fasciatus adalah sejenis ular berbisa anggota suku Elapidae. Kata Welang juga adaptasi dari kata Belang. Ular Welang dapat tumbuh hingga dua meter akan tetapi banyak dijumpai ular Welang dewasa hanya berkisar 1,5 meter saja.

ULAR WELANG

Ular ini menyebar hampir di seluruh negara di Asia, termasuk Indonesia. Habitatnya di daerah pegunungan dengan ketinggian 2.300m diatas permukaan laut. Namun juga kini kerap dijumpai di wilayah hutan maupun rawa. Ia gemar bersembunyi dibawah tumpukan kayu dan batu. Welang juga kerap memangsa sesama ular. Ular ini tak mau menggigit di siang hari namun agresif di malam hari. Saking berbahayanya ular ini menjadi nama salah satu kapal perang TNi AL, KRI Welang.

2) Weling

Ular Weling adalah ular yang hampir sama dengan Welang, hanya saja tubuhnya lebih kecil dengan belang warna putih. Ular ini banyak ditemukan di daerah Cirebon-Indramayu. Panjangnya hanya 1 meter saja. Ia menyukai lokasi hutan yang kering dan panas seperti hutan mangrove, semak belukar, perkebunan atau lahan pertanian.

ULAR WELING

Ia kerap juga ditemukan muncul di pemukiman warga. Racun weling dapat merusak saraf dan membawa kelumpuhan seketika. Meski gigitannya tidak menimbulkan sakit namun efeknya fatal berkisar 5-20 jam.

3) Kobra Jawa

Naja Sputatrix atau kobra jawa memiliki ukuran 1,3 hingga 1,85 meter saat dewasa. Habitat aslinya ada di sawah, padang rumput, sungai dan hutan tropis. Ular ini banyak ditemukan di pulau Jawa.

KOBRA JAWA

Racunnya yang bernama Postsynaptic neurotoxins ini memang tidak selalu mematikan tapi korban akan mengalami memar, sakit, bengkak, necrosis hingga pembusukan luka yang berakibat amputasi.

4) King Kobra

King Cobra atau Ophiopagus Hannah memiliki ukuran 2 – 5,5 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah dataran rendah, hutan tropis dan padang rumput hingga ketinggian 1800 meter diatas permukaan laut. Ular ini banyak ditemukan di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

KING KOBRA
Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kematian.

 

sumber: http://jateng.tribunnews.com/2015/11/06/ini-empat-jenis-ular-berbahaya-dan-mematikan-di-indonesia?page=2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *